Cara Mudah Sensor Video Menggunakan Kinemaster Pro

Kinemaster Pro aplikasi ini mungkin sangat familiar bagi Anda yang sering membuat video durasi pendek, entah untuk mengabadikan momen bersama dengan keluarga tercinta atau pun untuk kebutuhan sosial media. Jika dulunya edit video harus menggunakan PC, sekarang bisa dengan mudah menggunakan ponsel pintar.

Harus diakui jika kehadiran ponsel pintar membuka begitu banyak celah bagi kita untuk berkarya dan memanfaatkan kelebihan dari ponsel tersebut. Contohnya dengan adanya platform video, kita bisa dengan bebas mengekspresikan ide dalam bentuk video hanya dengan bantuan smartphone. Sayangnya, banyak konten yang dibuat diluar batas usia audiens. 

Entah karena bahasa yang digunakan tidak baik atau visual konten yang diperlihatkan. Sebagai pemilik konten, kita memiliki tanggung jawab untuk melakukan sensor konten-konten yang seharusnya tidak ditunjukkan. Pengeditan dilakukan untuk menyaring hal-hal yang memberikan dampak buruk. Lebih-lebih mengedit blur dengan menggunakan Kinemaster Pro mudah dilakukan, sehingga tidak ada alasan lagi untuk melakukan sortir. 

Edit Sensor, Penting Bagi Kreator dan Audiens

Seberapa penting mengeditan harus dilakukan? Tentu saja karena semakin banyak pengunjung, akan semakin baik. Sehingga, konten yang kita buat bisa ditonton oleh siapa pun dan kapan pun. Sensor di sini dapat dikatakan seperti menyaring apa yang boleh dan tidak boleh didengarkan orang lain. Sensor sendiri berupa blur atau pemberian tambahan suara.

Sebagai konten kreator yang mengedit menggunakan ponsel, apakah kegiatan sortir ini dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi edit video? Tentu saja bisa, karena di dalam Kinemaster Pro sudah terdapat menu edit ini. Namun, seperti apa bentuk dari sensor video dan audio ini? 

Untuk sensor berupa suara, biasanya sering digambarkan dengan bunyi “titttttt”, sedangkan pada gambar sering diwujudkan dengan bentuk blur. Lantas, apa saja video yang harus di sensor? Video yang harus disensor ini seperti video kekerasan, video yang memperlihatkan darah atau bagian tubuh yang terkesan vulgar. 

Tutorial Edit Video Blur

Untuk mengedit video sehingga terlihat blur, Anda bisa mendownload Kinemaster Pro terlebih dahulu, setelah itu buka serta klik add project. Jangan lupa memilih ukuran video yang nantinya Anda gunakan. Pilihan rasio ini seperti 16:9, 9:16 serta 1:1. Biasanya, rasio yang digunakan adalah 16:9. 

Setelah rasio sudah Anda pilih, pencet media dan sisipkan video dari galeri yang akan Anda edit, kemudian klik ceklis di pojok atas. Bila video sudah disisipkan, klik layer dan pilih effect, kemudian cari basic effect dan pilih bentuk blur yang nantinya Anda gunakan. Usahakan memilih jenis blur yang sesuai dan tidak berlebihan.

Jika sudah memilih jenis blur, sesuaikan panjang durasi yang Anda perlukan, di menu pilihan, Anda juga dapat memangkas bentuk blur dengan tingkat ketajaman blur. Klik tombol pengaturan dan pilih ketajamannya. Selain itu untuk menyortir objek yang akan Anda sensor, klik icon kunci dan jalankan perlahan. 

Sedangkan, untuk sensor audio, Anda hanya perlu menambahkan audio ke dalam video seperti import file yang sering Anda lakukan. Hindari melakukan penyensoran secara berlebihan, cukup konten yang terkesan rahasia atau vulgar, sehingga nilai dari video yang Anda upload tidak berkurang. 

Memang, sensor konten ini tidak menjadi keharusan, namun bisa menjadi sebuah kewajiban, lebih-lebih saat ini internet bisa diakses oleh siapa pun, tak hanya orang dewasa, anak-anak di bawah umur sekalipun juga dapat mengaksesnya. Semoga tutorial sensor video menggunakan Kinemaster Pro di atas bermanfaat bagi Anda. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *