Selain Struktur Teks Sejarah, Inilah yang Membedakannya dengan Novel Sejarah!

Informasi mengenai perbedaan antara sebuah struktur teks sejarah dengan novel sejarah. Tahukah Anda jika selain struktur teks sejarah ada hal lain yang membedakan antara teks sejarah dan novel sejarah. Lalu, apa yang membedakan antara keduanya? Sebelum Anda mengetahui dimana letak perbedaan antara teks sejarah dengan novel sejarah, maka Anda harus mengetahui pengertian dari masing-masing terlebih dahulu. Tak perlu cemas karena artikel ini akan menyajikan informasi tersebut.

Selain Struktur Teks Sejarah, Inilah yang Membedakannya dengan Novel Sejarah!
Selain Struktur Teks Sejarah, Inilah yang Membedakannya dengan Novel Sejarah!

Lalu apa yang dimaksud dengan teks sejarah? Teks sejarah merupakan teks berupa fakta tentang peristiwa yang terjadi di masa lampau yang mempunyai nilai sejarah. Teks tersebut dikemas dalam sebuah bentuk penjelasan dan pendeskripsian secara berurutan dari suatu peristiwa. Keruntutan peritiwa dalam sebuah teks sejarah sangatlah penting, karena jika tidak maka akan terjadi salah pemahaman tentang isinya.

Pada dasarnya antara struktur teks sejarah dengan novel sejarah keduanya memiliki kesamaan yaitu sama-sama berkaitan tentang sejarah. Hanya saja jika pada teks sejarah tokoh teks sejarah berupa tokoh nyata, sementara pada novel sejarah atau fiksi sejarah tokohnya tidak nyata. Selain hal tersebut, apa saja yang menjadi pembeda teks sejarah dengan novel sejarah? Langsung saja simak informasinya berikut.

Hal yang Menjadi Pembeda antara Teks Cerita Sejarah dan Novel Sejarah

Hal yang menjadi pembeda antara teks sejarah dan novel sejarah tentu saja dari isi teksnya. Isi dari struktur teks sejarah adalah berkaitan dengan sejarah dan seluruhnya berupa fakta yang nyata. Sementara isi dari novel sejarah adalah cerita sejarah yang tak nyata atau hasil imajinasi dari penulisnya. Jalan cerita pada novel sejarah disusun berdasarkan sudut pandang penulis.

Tokoh dalam teks cerita sejarah bisanya tak digambarkan secara penuh. Berbanding terbalik dengan novel sejarah, teks cerita sejarah merupakan cerita sejarah yang benar-benar fakta. Oleh karena itu, dalam pembuatan teks cerita sejarah harus berdasarkan bukti dan data yang sifatnya objektif. Selain itu, penyusunanya pun harus sesuai dengan kaidah penulisan sejarah yang baku.

Dengan kata lain, tulisan untuk teks cerita sejarah harus benar-benar bisa menjabarkan fakta sejarah dari sebuah peristiwa yang terjadi dimasa lampau. Tak boleh ada celah interpretasi lepas dalam penyusunanya. Jika ada maka urutan penggambaran dari sebuah sejarah menjadi abu-abu dan mendapatkan banyak kesangsian atas fakta sejarah yang diceritakan di dalam sebuah teks yang dibuat.

Poin Tambahan yang Menjadi Pembeda Keduanya

Hal pokok yang menjadi pembeda anatar teks cerita sejarah dengan teks lainnya adalah struktur teksnya. Struktur teks sejarah memuat tiga poin dan ketiga poin tersebut ialah orientasi, urutan peristiwa, dan reorientasi. Lalu apa yang dimaksud dengan ketiga poin tersebut? Poin pertama, orientasi adalah bagian pembuka dari sebuah teks cerita sejarah.

Poin kedua ialah urutan peristiwa yang berisi tentang rekaman peristiwa yang terjadi dan dikemas berdasarkan urutan peristiwa secara kronologis. Poin terakhir dalam struktur teks sejarah adalah reorientasi yang berisikan tentang komentar atau pendapat pribadi penulis tentang sejarah yang telah diceritakannya. Keberadaan reorientasi bisa ada dan bisa juga tidak ada tergantung kehendak penulis.

Demikianlah informasi mengenai perbedaan antara teks cerita sejarah dengan novel sejarah. Oleh karena itu, sebelum Anda membuat kedua teks tersebut harus memahami betul bagaimana aturan atau kaidah dalam penulisannya. Sehingga bisa mendapatkan hasil tulisan yang baik dan tujuan penulisan tersampaikan kepada pembaca, misalnya jika Anda ingin membuat teks cerita sejarah maka penting sekali mengetahui struktur teks sejarah.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *