Transportasi Substansi Sel Tumbuhan Lebih Lambat dari Sel Hewan

Benarkah transportasi organik anorganik sel tumbuhan lebih lambat dari sel hewan? Tentu saja masing-masing dari Anda punya jawaban sendiri. Namun Anda bisa memahami beberapa alasan yang mendasari mengapa transportasi organik anorganik pada sel tumbuhan lebih lambat daripada sel pada hewan.

Untuk alasan pertama ialah pada sel timbuhan dan hewan punya perbedaan, yakni pada sel tumbuhan punya dinding sel, sedangkan sel pada hewan tidak punya dinding sel. Selain itu bagian luar sel tumbuhan juga lebih tebal karena ada dua lapisan dinding, setelah itu ada membran sel, kemudian barulah organel dalam sel.

Sedangkan fungsi utama dari dinding sel ini selain untuk melindungi sel ialah untuk menyaring zat masuk atau keluar yang diperlukan oleh sel tersebut. Sedangkan membran sel sendiri fungsinya juga sama dengan dinding sel, untuk menyeleksi zat yang masuk dan keluar. Sehingga pada tumbuhan penyaringan dilakukan dua kali penyaringan, beda dengan hewan.

Arah Transportasi Sel Tumbuhan dan Hewan

Untuk alsan kedua mengapa sel tumbuhan transportasinya lebih lambat daripada sel hewan ialah karena arah transportasi pada kedua jenis sel itu sendiri. jika pada sel tumbuhan arah transportasi selnya hanya satu arah, yakni menuju ke atas. Berbeda dengan sel pada hewan tentunya.

Arah transportasi sel pada hewan bisa menuju ke bawah atau juga ke atas. Proses ini erat hubungannya dengan hukum gravitasi bumi. Gravitasi sendiri akan selalu menekan ke bawah. Dengan adanya gravitasi di bumi, maka membuat sel tumbuhan tersebut hanya punya satu arah transportasi sel yakni ke atas.

Adanya gaya gravitasi yang menekan ke bawah juga membuat transportasi sel tumbuhan bergerak cukup lambat. Sedangkan yang menyebabkan transportasi sel tumbuhan ke atas ialah adanya gaya adhesi dan juga kapilaritas. Pembuluh xilem yang dianggap pipa kapiler ini dilalui air dari pembuluh kayu karena gaya adhesi antara molekul air dan pembulu kayu.

Tumbuhan akan mengambil zat yang tertentu, misalnya Co2, O2, H2o, dan unsur hara di tanah yang nantinya akan diserap akar tanaman. Beda dengan transportasi sel hewan yang berjalan dua arah, yakni atas dan bawah. Transportasi sel pada hewan juga lebih cepat karena dibantu gaya gravitasi menekan kebawah.

Jumlah Organel Pada Tumbuhan Lebih Banyak

Untuk alasan berikutnya kenapa transportasi sel tumbuhan lebih lambat daripada transportasi sel hewan ialah karena jumlah dari organel pada sel tumbuhan lebih banyak jika dibandingkan pada hewan. Organel sendiri ialah satu dari banyaknya struktur yang punya fungsi khusus pada sitoplasma sel di sel eukariotik.

Sebuah struktur bisa dikatakan organel apabila struktur itu padat dan ada di dalam membran sel atau pada kulit. Pastinya banyak sedikitnya jumlah organel bisa berpengaruh pada jumlah nutrisi yang diperlukan sebuah sel. Sebab organel di sel tumbuhan punya lebih banyak dibandingkan pada hewan, maka nutrisi yang diperlukan juga kebuh banyak.

Hal itu juga membuat sel tumbuhan menyerap banyak zat yang diperlukan. Tidak sama seperti sel pada hewan yang punya jumlah organel sedikit. Banyaknya zat yang dibawa tersebut tentu saja mempengaruhi lama tidaknya transportasi yang dilakukan. Sehingga transportasi pada sel tumbuhan lebih lama daripada hewan.

Alasan-alasan tersebutlah yang membuat mengapa sel tumbuhan memerlukan proses transportasi sel lebih lama jika dibandingkan proses transportasi sel pada hewan. Anda bisa melihat sendiri alasan yang mendasari proses transportasi pada sel tumbuhan tersebut lebih lama jika dibadingkan pada proses transportasi sel hewan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *